Faktor Kejadian Stunting Pada Anak Dan Balita

Andi Sastria, Hasnah Hasnah, Fadli Fadli

Abstract


Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor penyebab kejadian kejadian stunting pada balita dan anak. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan uji analisis chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan faktor pemberian ASI terhadap kejadian stunting (p=0,001); ada hubungan faktor pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p=0,001); ada hubungan faktor pengetahuan orang tua terhadap kejadian stunting (p=0,001). Diperlukan upaya pendekatan jangka pendek agar orang tua memberikan ASI eksklusif sampai anak 6 bulan, memberikan ASI dan makanan pendamping ASI sesuai dengan umur hingga 12 bulan, sehingga anak 6-23 bulan dapat mengejar tumbuh kembangnya dengan baik. Sedangkan pendekatan jangka panjang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan untuk memberikan edukasi kepada keluarga sehingga dapat memutuskan mata rantai stunting karena dengan adanya edukasi akan meningkatkan pengetahuan keluarga. 


Keywords


Stunting; ASI Eksklusif; MP-ASI; Pengetahuan

Full Text:

PDF

References


Agustina. (2018). Hubungan Pemeberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Naskah Publikasi Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan Universitas Aisyiyah.

Christin, A., Agung, A. P., & Humairoh. (2018). Faktor Kejadian Stunting Balita Berusia 6-23 Bulan Di Provinsi Lampung. Jurnal Dunia Kesmas, 7(3), 127–134. Retrieved From Ejurnalmalahayati.Ac.Id › Index.Php › Duniakesmas › Article › Download

Fitri, L., & Ernita. (2019). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dan Mpasi Dini Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Journal Of Midwifery Sciences, 8(1). Retrieved From Http://Jurnal.Alinsyirah.Ac.Id/Index.Php/Kebidanan

Gibney, Et Al. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Egc.

Hanum, N. H. (2019). The Relationship Between Maternal Stature And Complementary Feeding History With The Incidence Of Stunting On Age 24-59 Months ’ Children. Journal Amerta Nutrition, 3(2), 78–84. Https://Doi.Org/10.2473/Amnt.V3i2.2019.78-84

Kementerian Kesehatan Ri. (2014). Kepmenkes Ri No.33/Menkes/Iv/2012 Tentang Pemberian Air Susu Ibu (Asi) Secara Eksklusif Pada Bayi Indonesia.

Kementerian Kesehatan Ri. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia. Retrieved From Www.Depkes.Go.Id › Download › Pusdatin › Buletin › Buletin-Stunting-2018%0a

Natoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Renika Cipta.

Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2017). Hubungan Sikap Dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar Di Kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523–529. Retrieved From Http://Jurnal.Fk.Unand.Ac.Id/Index.Php/Jka/Article/View/733/589

Prasetyono, D. (2009). Asi Eksklusifpengenalan, Praktik Dan Kemanfaatan-Kemanfaatannya. Jogjakarta: Divas Press.

Septamarini, R. G., Widyastuti, N., & Purwanti, R. (2019). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Responsive Feeding Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Usia 6-24 Bulan. Journal of Nutrition College, 8(1), 17–21. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/23808/21640




DOI: https://doi.org/10.30643/jiksht.v14i2.56

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah Keperawatan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

LOKASI

Contact Person

Name: Muh. Zul Azhri Rustam, S.KM., M.Kes.

Telp: +6285256544844

Email: jurnalilmiahkeperawatan.sht@gmail.com

Addres: Jl. Gadung No. 1 Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia